Berikut ini adalah petikan artikel yang kami ambil dari trobos.com yang ditulis pada tahun 2010.
Burung dara atau merpati di Indonesia selama ini dipelihara hanya sebagai hobi. Yakni untuk keperluan adu ketinggian terbang, balap dan pos. Sementara budidaya merpati untuk dimanfaatkan dagingnya sebagai kebutuhan pangan (merpati potong) masih sangat jarang dijumpai. Padahal permintaan daging merpati untuk dikonsumsi cukup tinggi dan untungnya juga cukup menggiurkan.
Pengepul merpati potong asal Ungaran – Semarang, Supratno menyebutkan, permintaan merpati potong di pihaknya berkisar 70 sampai 200 ekor per hari. Permintaan itu tak hanya datang dari wilayah Semarang tapi juga dari luar Jawa. Dia mengaku kadang kala mendapat order merpati ke Kalimantan dalam bentuk karkas beku mencapai 200 ekor dalam sekali kirim.
» Read More...




