Kenali Ayam Pelung dan Ciri-cirinya

Ayam pelung adalah jenis ayam ras lokal yang berasal dari daerah Cianjur Jawa Barat. Ayam pelung di budidayakan bukan untuk diambil dagingnya melainkan sebagai ayam hias atau kontes. Ayam pelung yang baik biasanya dilihat dari postur dan kualitas suaranya. Ayam pelung memiliki postur yang relatif lebih besar dibandingkan ayam kampung biasa dan bulu-bulunya lebih berkilau.



Ciri-ciri fisik ayam pelung dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Badan lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan jenis ayam lainnya
  2. Bobot ayam pelung jantan kisaran 3,5 - 5,5 kilo sedangka yang betina 2,5-3,5 kilo
  3. Jengger berwarna merah berbentuk tunggal/wilah tinggi besar dan tebal ada yang tegak lurus sebagian ada yang miring ke kann ataupun miring ke kiri
  4. Kaki panjang dan besar yang berwarna hitam, abu-abu, kehijauan, yang warna putih dan kuning judga ada tapi jarang
  5. Bulu lebih halus, empuk dan mengkilat dibandingkan dengan jenis ayam lain
  6. Warna merah, kuning, merah campur hitam, merah hitam bercak putih, wido/jalak dan ada yang berwarna pitih/hitam polos tapi jumlahnya sedikit dan jarang ditemui


» Read More...

Peternak Indonesia Yang Sukses di Luar Negeri

Namanya adalah Nisin Sunito, beliau merupakan pemilik peternakan sapi di Australia. Tidak tanggung-tanggung luas peternakanya disinyalir dua kali lipat Pulau Bali. Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan, lahan peternakan milik Nisin di Australia salah satu yang terbesar di Negeri Kangguru tersebut. Joni memastikan, pengusaha asal Pangkalan Bun itu satu- satunya orang Indonesia yang berbisnis peternakan di Australia.

Peternak Indonesia Yang Sukses di Luar Negeri
source : detik

Menurut Joni, yang ia ketahui Nisin Sunito saat ini masih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Setahu saya hanya Pak Nisin," kata Joni kepada detikFinance, Kamis (4/7/2013).

Joni menuturkan, sebelumnya ada perusahaan Indonesia yang menggarap bisnis serupa di Australia, ada peternakan Tipperary milik keluarga Bakrie di Northern Territory, Australia.

"Dulu pernah ada Bakrie tahun 80-an, dia buka di Lampung, dia buka juga farm di Australia, sekarang sudah tak lagi," katanya.

» Read More...

Analisa Usaha Beternak Kelinci Lokal

Analisa usaha ini dibuat pada bulan November 2012

Analisa usaha :
* 1 Induk melahirkan 4 ekor anak = 10 induk x 4 anak = 40 anakan
* Harga anakan lokal 25rb = 40 anak x 25 rb = 1 jt.
* Pada praktek di kandang kelinci bisa melahirkan sampe 6 ekor.

Dengan modal diatas diharapkan BEP pada bulan kedua. Berikut ini adalah contoh hitungan dengan 10 Indukan kelinci lokal.

Bulan Pertama
- Harga indukan kelinci lokal 70rb, 70rb x 10 = 700rb.
- Pakan 150rb
- Langsung dikawinkan

» Read More...

Peluang Usaha Bisnis Merpati Potong

Berikut ini adalah petikan artikel yang kami ambil dari trobos.com yang ditulis pada tahun 2010.

Burung dara atau merpati di Indonesia selama ini dipelihara hanya sebagai hobi. Yakni untuk keperluan adu ketinggian terbang, balap dan pos. Sementara budidaya merpati untuk dimanfaatkan dagingnya sebagai kebutuhan pangan (merpati potong) masih sangat jarang dijumpai. Padahal permintaan daging merpati untuk dikonsumsi cukup tinggi dan untungnya juga cukup menggiurkan.

Pengepul merpati potong asal Ungaran – Semarang, Supratno menyebutkan, permintaan merpati potong di pihaknya berkisar 70 sampai 200 ekor per hari. Permintaan itu tak hanya datang dari wilayah Semarang tapi juga dari luar Jawa. Dia mengaku kadang kala mendapat order merpati ke Kalimantan dalam bentuk karkas beku mencapai 200 ekor dalam sekali kirim.

» Read More...

Jenis ayam yang dapat dibudidayakan di Indonesia

Ayam atau nama latinya Gallus gallus domesticus adalah jenis unggas paling populer untuk diternakan. Selain mudah perawatanya ayam juga mudah sekali untuk dikembang biakan. Lalu jenis ayam apa saja yang bisa dibudidayakan khususnya di Indonesia dengan iklim tropis ?

Di Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras, atau kampung). Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn ("lehor"). Ke dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk sifat/penampilan tertentu:


  • ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang memiliki kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;
  • ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;
  • ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;

» Read More...

Ternak ayam di Kota, apakah prospek ?

Seringkali ketika saya melihat ayam kampung muncul pertanyaan apakah prospek berternak ayam di kota ? pertanyaan tersebut lambat laun mulai terjawab bahwa sebenarnya minat untuk ternak masyarakat kota pada ayam bertujuan untuk investasi jangka panjang. Menginvestasikan ayam sebagai harta hidup yang pada saat lebaran dapat ditukar menjadi rupiah. Ini hanya anggapan saya saja yang didapat melalui kehidupan sehari-hari.




Dalam kasus ini saya mengambil contoh ayah saya yang dari dulu sampai sekarang hobi memelihara ayam. Yang ketika ditanya untuk apa repot-repot memelihara ayam, selain pakanya mahal baunya juga tidak sedap. Masih untung kalau tidak masuk rumah dan mengacak-acak seisinya, apalagi kalau sudah buang kotoran aduuh ingin langsung ambil pisau dan gorok lehernya.

» Read More...

Pengobatan Penyakit Masititis Pada Kambing Etawa

Pencegahan dan pengobatan penyakit mastitis atau radang internal kelenjar kambing akibat serangan bakteri Streptococcus agalactiae, Staphylococcus epidermis dan Staphylococcus aerus. Biasa dilakukan pencelupan (dipping) putting ke dalam cairan desinfektan kimia (cairan anti mikroba), tujuannya adalah meminimalisir jumlah patogen mastitis. Desinfektan kimia mengandung fenol, alkohol, klor, zat warna, sulfonamida, garam-garam dari logam berat yang mudah merusak kulit ternak dan dari segi harga juga relatif mahal.

Tetapi sekarang di era pertanian organik yang menuntut bahan pangan aman bagi manusia. Desinfektan kimia dapat digantikan dengan desinfektan alami menggunakan ekstrak dan air rebusan daun sirih. Sirih (Wikipedia) adalah tanaman herbal yang telah digunakan secara turun menurun sebagai obat herbal masyarakat Indonesia.

» Read More...

Wirausaha

Pages ini kami khususkan untuk menaruh link-link dari pelaku usaha / bisnis dibidang peternakan. Selain berbagi ilmu tentang peternakan kami juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha dibidang peternakan mempromosikan usahanya disini dengan gratis. Kami tidak memungut biaya karena harapan kami adalah dapat menjunjung tinggi tekad masyarakat Indonesia dalam usaha ternak sekaligus dapat menjadi partner dibidang ilmu peternakan tanah air.

Maka dari itu kami membutuhkan peran serta anda, silahkan tinggalkan komentar baik dibuku tamu atau kolom komentar dibawah dan tinggalkan alamat URL / alamat blog anda maka kami akan segera menampilkan dihalaman ini.

Terimakasih

Admin

» Read More...

Analisa Usaha Ternak Kelinci

JENIS

 American Chinchilla

Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.

Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lainhingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.

» Read More...

Membuat kompos dengan kotoran sapi

Prinsip dasar dari pengomposan adalah mencampur bahan organik kering yang kaya  karbohidrat  dengan  bahan  organik  basah  yang  banyak  mengandung  N. Pencampuran kotoran  ternak dan karbon kering, misalnya  serbuk gergaji,  rumput sisa  ransum. atau  jerami menghasilkan kompos yang berguna untuk meningkatkan struktur tanah.

1. Kotoran Sapi Perah 
Kotoran  sapi  perah  umumnya  banyak  mengandung  air  dan  nitrogen  (N). Karena  itu,  kotoran  sapi  perlu dicampur  dengan  bahan  lain  yang  mengandung tinggi karbon kering. Kompos yang dihasilkan berkualitas baik

2. Serbuk Gergaji
Serbuk  gergaji memiliki  kandungan  air  kering  sampai  sedang. Sebagai bahan baku  kompos  serbuk  gergaji  bernilai  sedang  hingga  baik  walau  tidak  seluruh komponen bahan dirombak dengan sempurna. Serbuk gergaji ada yang berasal dari kayu  lunak  dan  ada  pula  kayu  keras. Kekerasan  jenis  kayu menentukan  lamanya proses pengomposan karena kandungan  lignin didalamnya. Kualitas serbuk gergaji tergantung pada macam kayu, asal daerah penanaman, dan umur kayu. Makin halus ukuran partikel serbuk gergaji makin baik daya serap air dan bau yang dimilikinya. 

3. Rumput Sisa Ransum
Kandungan  air  rumput  sisa  ransum  berada  pada  rentangan  kering  sampai sedang. Rumput  sisa yang masih panjang  sebaiknya dicacah menjadi  lebih pendek agar  fermentasi  berjalan  cepat.  Rumput  cacah  sisa  ransum  mempunyai  peluang dirombak dengan  cepat. Rumput  sisa menjadi sumber N yang baik. Dalam proses pengomposan timbunan dapat menjadi padat dan suasana menjadi anaerobik. 

TEKNIK PENGOMPOSAN 

Teknik pengomposan yang diuraikan dalam hal  ini berkaitan dengan peralatan yang  digunakan  dan  alur  kerja,  penimbunan  bahan  baku,  dan  bagaimana  cara mencampur  bahan  baku  dengan  baik  agar  proses  pengomposan  memberi  hasil memuaskan. 

1. Alat-alat Pengomposan
Alat  yang  digunakan  dalam  proses  pengomposan  skala  kecil  adalah  cangkul, sekop, kotak  atau  ruang pengomposan, kantung plastik, dan alat perekat kantung plastik.  Berdasarkan  pengalaman,  pembuat  kompos  yang  baik  dapat mengetahui kira-kira  berapa  temperatur  kompos  saat  itu  dengan  memegang  dan  meremas bahan  kompos.  Berdasarkan  hal  tersebut,  seandainya  itu  pun  ada,  termometer dapat digunakan hanya pada pertama kali pengomposan. Naungan dan tempat yang tidak  dilalui  aliran  air  patut mendapat  perhatian  dari  pembuat  kompos. Kantung plastik dan alat perekatnya digunakan pembuat kompos jika ingin menjual kompos hasil produksinya dalam bentuk bukan curah. 

» Read More...

Proses Pengolahan Pakan pada Rumen Sapi


Setelah pakan diproses di dalam mulut, proses kedua adalah di bagian Rumen.

Rumen berbentuk seperti sebuah kantung, yang berfungsi sebagai tempat
untuk mengolah pakan dengan bantuan mikroba.

Mikroba rumen terdiri dari bakteri, protozoa dan jamur/fungi (Czerkawski, 1986),
yang mayoritas hidup dalam suasana anaerob dan sebagian dalam suasana fakultatif anaerob

Mikroba dalam rumen berfungsi untuk 


  1. Mengubah protein pakan yang berkualitas rendah dan non-protein nitrogen (NPN) menjadi protein penyusun tubuh yang mempunyai komposisi asam amino ideal. 
  2. Membentuk vitamin B komplek  dan vitamin A, yang pada gilirannya berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi ternak.
  3. Mengolah selulosa pakan . Proses ini dilakukan oleh jamur,  dengan cara membentuk koloni pada jaringan selulosa pakan, yang tumbuh menembus dinding selulosa, sehingga pakan lebih mudah dicerna oleh enzim bakteri rumen. Jumlah selulosa pada serat kasar sekitar 30– 60% dari total bahan kering. Selulosa ini akan diuraikan menjadi glukosa Hasil fermentasinya berupa volatille fatty acids (VFA) berguna sebagai sumber energi utama bagi ternak.
  4. Mensintesis asam-asam amino dari zat-zat yang mengandung nitrogen yang lebih sederhana.
  5. Mikroba rumen yang mati, akan masuk ke dalam  usus halus dan selanjutkan akan diproses menjadi  sumber protein yang berkualitas tinggi.

Mikroba dapat bekerja dengan baik pada pH  Rumen antara 6,7 – 7,0 dan temperature rumen sekitar 38 – 39 C. Air liur (Saliva) yang telah bercampurdengan pakan pada mulut sapi, membantu mempertahankan kondisi ideal ini.

Oleh sebab itu, agar produktifitas ternak sapi tetap tinggi, peternak wajib menjaga kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan.

Sumber :

» Read More...

Buku Tamu

» Read More...

Membuat Ransum Untuk Itik Petelur

Ransum Untuk Itik Petelur -

Banyak bahan pakan alternatif (bahan pakan pilihan) yang bisa digunakan, namun dalam mencari bahan yang akan dipakai hendaknya berpegang pada kadar protein dan energi yang diperlukan itik. 

Bahan pakan sumber energi untuk itik antara lain adalah dedak padi, jagung, menu, tepung singkong, polar, nasi keying, roti afkir dan mie afkir, namun dalam pemberiannya sebaiknya tidak dalam bentuk keying, tetapi agak basah  atau jika terlalu keras perlu direndam sebelum diberikan pada itik. Sebagai contoh perendaman diperlukan jika itik diberi nasi keying, sehingga nasi tersebut menjadi agak lunak/lembek dan dapat ditelan dengan mudah oleh itik.

Bahan pakan sumber protein  yang sangat disukai oleh itik dalam bentuk segar adalah ikan rucah, cangkang udang dan keong, namun pemberiannya haruslah dalam ukuran yang cukup kecil untuk memudahkan itik menelannya. Selain itu berbagai jenis
bahan pakan sumber protein yang berbentuk tepung yang dapat diberikan kepada itik antara lain bungkil kelapa, tepung ikan, bekicot dan sebagainya. Kandungan zat gizi beberapa bahan  


Tabel 2. Kandungan Nutrisi Beberapa Bahan Pakan.

1.    Dedak Padi
 
Dedak path (bekatul) merupakan hash dari prows penggilingan path yang digiling, jumlahnya sekitar 10% dari total  berat path. Pemanfaatan dedak sebagai bahan pakan ternak mempunyai kandungan karbohidrat atau sumber energi yang cukup tinggi. Penggunaan dedak path hingga 75% dalam ransum itik petelur tidak mengganggu produksi telur, asalkan kandungan nutrisi yang lainnya cukup.

» Read More...

Beternak Ayam Buras

Ayam buras atau ayam kampung ada juga yang menyebut ayam lokal atau ayam sayur. Di beberapa daerah pemberian nama ayam buras selain berdasarkan asal daerah ayam juga berdasarkan pada besar dan bentuknya. Beberapa jenis ayam buras di Indonesia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan antara lain :
1. Ayam Kedu
Jenis ayam ini berasal dari daerah Kedu, kabupaten Temanggung Jawa Tengah, yang terdiri dari dua macam yaitu ayam kedu hitam dan kedu putih. Ayam Kedu hitam mempunyai warna bulu hitam dengan balung tunggal berwarna hampir hitam atau merah, warna kaki hitam. Ayam Kedu putih bentuknya sama dengan White Leghorn, kaki dan bulu pitih, balung tunggal berwarna merah. Ayam kedu cukup potensial sebagai jenis petelur yang baik.

2. Ayam Pelung.
Jenis ayam ini berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa barat. Ayam Pelung sudah dikembangkan sebagai hobi sejak tahun 1930. Ayam ini berukuran besar dengan kaki yang sangat panjang, warna bulu beraneka ragam pada umumnya abu-abu sampai hitam. Pelung jantan sangat digemari oleh masyarakat karena dapat berkokok engan mengeluarkan suara yang tinggi dan panjang. Ayam pelung dapat diarahkan sebagai jenis pedaging.

» Read More...

E-Journal

Rank


Total Tayangan Halaman